UJIAN MID SEMESTER
MATAKULIAH : Kimia Organik II
SKS :
3SKS
WAKTU : Mulai Rabu,
24 April sampai dengan 1 Mei 2013 jam 24.00
PENGAMPU : Dr. Syamsurizal,
M.Si
NAMA : Yuliana Sirait
NIM:A1C111054
PERHATIAN: UJIAN INI DIIZINKAN
UNTUK MEMBUKA BUKU, BROWSING INTERNET, ANDA DILARANG MENCONTEK JAWABAN TEMAN
ATAU COPY PASTE ARTIKEL TERKAIT DI INTERNET. ANDA HARUS MENGKONSTRUKSI JAWABAN
SENDIRI SESUAI DENGAN KEMAMPUAN PENALARAN MASING-MASING. Semua jawaban
diposting di blog anda masing-masing, lengkapi profil anda dengan foto agar
mudah dikenali.
1.
Asam karboksilat dapat ditransformasi menjadi beberapa turunan. Buatlah skema
reaksi perubahan dari suatu ester menjadi amida selanjutnya target akhirnya
adalah benzoil khlorida.
AMONILISIS
ESTER (Amonia mengonvesri ester menjadi amida)
Amonia
dapat mengonversi suatu ester menjadi amida, yaitu dengan reaksi:
Mekanisme
reaksi ini sama dengan mekanisme pada penyabunan. Pasangan elektron bebas dari
nitrogen amonia mengawali serangana nukleofilik pada gugus karbonil ester.
Untuk
mengonversi amida yang telah terbentuk tadi menjadi benzoil klorida (asil
halida) dapat dilakukan dengan 2 tahap, yaitu :
-
Tahap I yaitu, Amida dihidrolisis
menjadi asam .
Seperti
turunan asam lainnya, amida bereaksi dengan nukleofili, yaitu dihidrolisis oleh
air.
-
Tahap II yaitu, dengan cara mereaksikan
asam karboksilat yang telah terbentuk dari tahap pertama tadi dengan Fosforus
pentaklorida, reaski ini akan membentuk asil halida (benzoil klorida)
2.
Temukan manfaat dari benzoil khlorida, jelaskan bagaimana mekanisme senyawa
benzoil khlorida berperan.
·
Senyawa benzoil klorida ini dimanfaatkan
sebagain bahan kimia anatara yaitu dalam pembuatan zat warna, parfum,
peroskida, dan lain-lain.
·
Benzoil klorida bereaksi dengan natrium peroksida,
menghasilkan benzoil peroksida dan natrium klorida:
2 PhCOCl +
Na2O2 → (PhCO)2O2 + 2 NaCl
·
Gas air
mata adalah istilah yang digunakan untuk menyebut gas kimia yang digunakan untuk
melumpuhkan dengan menyebabkan iritasi pada mata dan/atau sistem
pernapasan
·
benzoil klorida dapat di gunakan sebagai
pereaksi untuk mensintesis Flavon
mekanisme reaksinya adalah pembentukan senyawa o-BHP yang dihasilkan melalui tahap benzoilasi o-BHP dengan benzoil klorida. Dimana proses benzoilasi benzoil klorida akan lebih dominan mengesterifikasi fenol di bandingkan dengan mengadisi karbon.
Adapun reaksi benzoilasinya adalah sebagai berikut:mekanisme reaksinya adalah pembentukan senyawa o-BHP yang dihasilkan melalui tahap benzoilasi o-BHP dengan benzoil klorida. Dimana proses benzoilasi benzoil klorida akan lebih dominan mengesterifikasi fenol di bandingkan dengan mengadisi karbon.
3. Bila benzoil khlorida dikonversi
menjadi asam benzoat. Buatlah tiga contoh turunan asam benzoat sebagai model,
kemudian jelaskan pengaruh efek resonansi terhadap kekuatan tiga jenis asam benzoat
yang anda modelkan.
Benzoil
klorida dikonversi menjadi asam benzoat, yaitu dengan reaksi hidrolisis Pemaksa
pisahan oleh air, yang disebut hidrolisis, merupakan reaksi yang khas antara suatu
asil klorida dan suatu nukleofil.
Terdapat
beberapa turunan dari asam benzoat diantaranya adalah:
• Asam asetil salisilat atau lebih dikenal dengan sebutan aspirin atau asetosal yang biasa digunakan sebagai obat penghilang rasa sakit (analgesik) dan penurun panas (antipiretik).
• Natrium
benzoat yang biasa ggunakan sebagai pengawet makanan dalam kaleng.
• Metil
salisilat adalah komponen utama obat gosok atau minyak angin.
Resonansi terjadi karena adanya delokalisasi elektron
dari ikatan rangkap ke ikatan tunggal. Delokalisasi elektron yang terjadi pada
benzena pada struktur resonansi adalah sebagai berikut:
Turunan-turunan
asam benzoat merupakan senyawa hidrokarbon yang aromatik yang merupakan turunan
dari asam karboksilat.
Adapun Resonansi
dan kekuatan asam dari benzena tersebut dikarenakan adalah resonansi
stabil dari ion karboksilat. Kedua struktur dari ion karboksilat adalah
ekivalen; muatan negatif dipakai bersama oleh kedua atom oksigen.
Delokalisasi dari muatan negatif ini menjelaskan
mengapa asam karboksilat lebih asam daripada fenol. Walaupun ion fenoksida
merupakan resonansi stabil kontribusi utama struktur resonansi mempunyai muatan
negatif berada pada satu atom.
Teori
resonansi dapat menerangkan mengapa benzena sukar diadisi. Sebab, ikatan
rangkap dua karbon-karbon dalam benzena terdelokalisasi dan membentuk semacam
cincin yang kokoh terhadap serangan kimia, sehingga tidak mudah diganggu. Oleh
karena itulah reaksi yang umum pada benzena adalah reaksi substitusi terhadap
atom H tanpa mengganggu cincin karbonnya.
4. Usulkan turunan asam benzoat
yang anda gunakan pada soal no.3 dapat dibiodegradasi oleh suatu
mikroorganisme, bagaimana hasil akhir penguraiannya?
Biodegradasi hidrokarbon oleh komunitas mikroba
tergantung pada komposisi komunitas dan respon adaptif terhadap kehadiran
hidrokarbon. Laju biodegradasi senyawa hidrokarbon kompleks dengan berat
molekul besar seperti senyawa aromatik, resin, dan asfalten lebih lambat
dibandingkan dengan senyawa dengan berat molekul rendah. Meski demikian
beberapa studi menunjukkan bahwa degradasi pada kondisi optimum terhadap
senyawa kompleks memiliki laju yang tinggi.
Banyak senyawa ini digunakan sebagai donor elektron
secara aerobik oleh bakteri Pseudomonas. Degradasi senyawa hidrokarbon aromatik
disandikan dalam plasmid atau kromosom oleh gen xy/E. Gen ini berperan dalam
produksi enzim katekol 2,3-dioksigenase. Metabolisme senyawa ini oleh bakteri
diawali dengan pembentukan Protocatechuate atau catechol atau senyawa yang
secara struktur berhubungan dengan senyawa ini. Kedua senyawa ini selanjutnya
didegradasi oleh enzim katekol 2,3-dioksigenase menjadi senyawa yang dapat
masuk ke dalam siklus Krebs (siklus asam sitrat), yaitu suksinat, asetil KoA,
dan piruvat. Gambar ini menunjukkan reaksi perubahan senyawa benzena menjadi
katekol.
Banyak
bakteri menunjukkan kernarnpuan rnenguraikan senyswa hidrokarbon arornatik
secara aerob (Miethling & Karlson 1996), narnun galur bakteri
Pseudorlior~asd an Bacillus rnerupakan galur yang telah dipelajari secara
intensif, baik kernarnpuan degradasi.
Benzoat
dan turunannya rnerupakan salah satu senyawa yang paling umum yang dapat
diuraikan oleh bakteri fotosintetik anoksigenik. Penapisan Bakteri Fotosintetik
Anoksigenik pada Senyawa Hidrokarbon Aromatik. Penapisan bakteri fotosintetik
anoksigenik dilakukan dengan cara rnenurnbuhkan bakteri yang berasal dari koleksi
laboratorium Mikrobiologi dan Biokirnia.
1. Degradasi
aspirin
Reaksi degradasi aspirin ini berlangsung
dalam berbagai pH dan laju reaksinya mengikuti kinetika order pertama semu
tetapi dalam suasana yang lebih basa, aspirin terhidrolisis lebih cepat Reaksi yang paling berkontribusi dalam
degradasi aspirin adalah hidrolisis yang menghasilkan produk asam salisilat dan
asam asetat.
2. Degradasi
natrium benzoat
Fungsi
dari natrium benzoat adalah Sebagai bahan pengawet yang digunakan dalam
berbagai produk makanan dan minuman seperti makanan ringan, dan makanan siap
sajai. Dalam proses degradasi dapat di contohkan dalam pembuatan mertega. Di
mana pada proses pembuatan mentega memerlukan mikroba seperti Lactobacillus
bulgaricus untuk membuat butter milk Bulgaria. Produksi asam dan pembentukan
dadih dihasilkan oleh Streptococcus cremoris
sedangkan aroma dan rasa dihasilkan dari metabolisme dan multifikasi
oleh dua jenis bakteri yang lain yaitu : S.diacetylactis, dan Leuconostoc
cremoris. Pada proses biodegradasi dapat terlihat bahwa bakteri yang dapat
digunakan adalah bakteri yang mampu bertahan dengan pada pH 2,5 - 4,0.
Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking