Maandag 25 Maart 2013

SIFAT KEASAMAN TURUNAN ASAM KARBOKSILAT


ASAM KARBOKSILAT

Suatu asam karboksilat adalah suatu senyawa yang mengandung gugusan karboksil, suatu istilah yang berasal dari karbonil dan hidroksil. Gugusan yang terikat pada gugusan karboksil dalam asam karboksilat bisa gugus apa saja, bahkan bisa gugus karboksil lain.
Dalam asam karboksilat gugus -COOH terikat pada gugus alkil (-R) atau gugus aril (-Ar). Meskipun yang mengikat gugus –COOH daspat berupa gugus alifatik atau aromatic, jenuh atau tidak jenuh, tersubstitusi atau tidak tersubstitusi sifat yang diperlihatkan oleh gugus –COOH tersebut pada dasarnya sama. Di samping terdapat asam yang mengandung satu gugus karboksil (asam monokarboksilat), diketahui juga terdapat asam yang memiliki dua gugus karboksil (asam dikarboksilat) dan tiga buah gugus karboksil (asam trikarboksilat). Perbedaan banyaknya gugus –COOH ini tidak mengakibatkan perubahan sifat kimia yang mendasar. Pada bidang biologi, terdapat gugus asam dengan derajat keasaman yang rendah, misalnya gugus -OH, -SH, gugus enol, gugus fenol. Senyawa bio-organik dengan gugus semacam ini tidak digolongkan sebagai asam organik. Contoh senyawa tersebut antara lain: asam laktat, asam asetat, asam format, asam sitrat dan asam oksalat

 KEASAMAN DARI ASAM KARBOKSILAT
Pengukuarn kekuatan asam
Dalam air asam karboksilat berada pada kesetimbangan dengan ion karboksilat dan ion hidronium. Satu ukuran dari kekuatan asam ialah besarnya ionisasi daslam air. Lebih besar jumlah ionisasi, lebih kuat asamnya. Asam karboksilat umumnya asam yang lebih lemah daripada H3O+; daslam larutan air, kebanyakan molekul asam karboksilat tidak terionisasi.
Kekuatan asam dinyatakan sebagai konstanta asam Ka, konstanta kesetimbangan ionisasi dalam air.
Dimana :         [RCO2H] = molaritas dari RCO2H
                      [RCO2] = molaritas dari RCO2-
                             [H3O+] atau [H+] = molaritas H3O+ atau H+
Harga Ka yang lebih besar berarti asam tersebut lebih kuat sebab konsentrasi dari RCO2- dan H+ lebih besar. Untuk mempermudah maka harga pKa= adalah pangkat megatifdari pangkat dalam Ka. Apabila Ka bertambah, pKa berkurang; oleh sebab itu makin kecil pKa berarti makin kuat asamnya.

Resonansi dan kekuatan asam
Sebab utama asam karboksilat bersifat asam adalah resonansi stabil dari ion karboksilat. Kedua struktur dari ion karboksilat adalah ekivalen; muatan negatif dipakai sam oleh kedua atom oksigen.
Delokalisasi dari muatan negatif ini menjelaskan mengapa asam karboksilat lebih asam daripada fenol. Walaupun ion fenoksida merupakan resonansi stabil kontribusi utama struktur resonansi mempunyai muatan negatif berada pada satu atom.
 Efek induksi dan kekuatan asam
Factor lain disamping resonansi stabil dari ion karboksilat mempengaruhi keasaman dari senyawa. Delokalisasi lebih jauh dari muatan negatif ion karboksilat menstabilkan anion, relative terhadap asamnya. Penambahan kestabilan dari anion menyebabkan bertambahnya keasaman dari suatu asam. Misalnya, khlor elektronegatif. Dalam asam khloroasetat, khlor menarik keerapatan elektron dari elektron dari gugusan karboksil ke dirinya. Penarikan elektron ini menyebabkan delokalisasi lebih jauh dari muatan negatif, jadi menstabilkan anion dan menambah kekuatan asam dari asamnya. Asam khloroasetat lebih kuat dari asam asetat.
Makin besar penarikan elektron oleh efek induktif, lebih kuat asamnya. Asam dikloroasetat mengandung dua atom khlor yang menarik elektron dan merupakan asam yang lebih kuat dari pada asam khlorasetat. Asam trikhloroasetat mempunyai tiga atom khlor dan lebih kuat lagi daripada asam dikhloroasetat.


PERMASALAHAN
Dari artikel yang saya posting, saya menemukan sebuah permasalahan, yaitu bahwa buah-buahan yang memiliki rasa asam dari asam karboksilat. Dalam sebuah literaturyang pernah  saya baca bahwa sifat keasaman dari belimbing tidak baik bagi penderita penyakit ginjal, konsumsi oleh mereka dengan gagal ginjal dapat menghasilkan cegukan, muntah, mual, dan kebingungan mental.  Asam Oksalat  dalam tubuh manusia membentuk senyawa yang tak larut dan tidak dapat diserap tubuh. Senyawa ini menumpuk dan membentuk butiran kristal yang tajam dalam saluran kemih dan butiran Kristal ini apabila menumpuk terus – menerus maka akan terbentuk batu di ginjal maupun di saluran kemih, nah ini yang dapat menyebabkan sakit luar biasa dan kalau sudah kronis menjadi penyakit gagal ginjal.
 Asam sitrat berguna untuk mengatasi pengaruh  keasaman asam oksalat yang tidak baik bagi tubuh, pertanyaan saya adalah1.  apakah ada hubungannya pengaruh tingkat keasaman yang dimiliki oleh asam oksalat dan asam sitrat, sehingga yang satu memicu penyakit dan yang satu pengatasai penyakit, padahal keduanya memiliki guguskarboksil -COOH yang merupakan turunan dari asam karboksilat. 2.Bagaiman mekanisme yang terjadi sehingga asam sitrat mampu mengatasi batu ginjal yang disebabkan asam oksalat? 

4 opmerkings:

  1. dfilihat dari rumus struktur nya, C6H8O7 untuk asam sitrat dan H2C2O4 untuk asam oksalat, asam oksalat lebih bersifat asam

    dari artikel yang saya baca asam okslat itu Merupakan asam organik yang relatif kuat, 10.000 kali lebih kuat daripada asam asetat.
    Banyak ion logam yang membentuk endapan tak larut dengan asam oksalat, contoh terbaik adalah kalsium oksalat(CaOOC-COOCa), penyusun utama jenis batu ginjal yang anda sebutkan,

    sementara itu, Keasaman asam sitrat didapatkan dari tiga gugus karboksil COOH yang dapat melepas proton dalam larutan. Jika hal ini terjadi, ion yang dihasilkan adalah ion sitrat. Sitrat sangat baik digunakan dalam larutan penyangga untuk mengendalikan pH larutan. Ion sitrat dapat bereaksi dengan banyak ion logam membentuk garam sitrat. Selain itu, sitrat dapat mengikat ion-ion logam.
    jadi, dapat dikatakan bahwa perbedaan derajat keasaman yang menjadi penyebab nya, serta struktur dari asam itu sendiri

    AntwoordVee uit
  2. saya akan mencoba menanggapi permasalahan Anda..

    batu ginjal itu di sebabkan oleh asam oksalat. Dan yang saya ketahui bahwa batu ginjal itu memiliki komponen penyusun yang terdiri dari batu kalsium, kalsium okalat dan kalsium fosfat.
    berkaitan dengan pernyataan Anda mengenai belimbing, belimbing itu sendiri mengandung asam askorbat (vitamin C) yang merupakan hasil metabolisme dari asam oksalat.
    Diketahui bahwa penderita batu ginjal itu memiliki kadar sitrat yang rendah. Jadi, menurut saya itulah mengapa asam sitrat itu berguna dalam mengatasi batu ginjal yang disebabkan oleh asam oksalat. Misalnya, dengan mengonsumsi bahan makanan yang mengandung asam sitrat seperti jeruk nipis.

    Mekanismenya yaitu:
    Kalsium oksalat terbentuk hingga 50 % yang dikeluarkan oksalat urine. Manusia tidak mampu melakukan metabolisme oksalat, sehingga harus dikeluarkan melalui ginjal. Jika fungsi kerja organ ginjal mengandung asupan oksalat berlebih akan mengakibatkan peningkatan oksalat yang mendorong terbentuknya batu oksalat di ginjal / kandung kemih.

    AntwoordVee uit
  3. Saya akan mencoba menanggapi permasalahan saudari yuli,,

    Penyebab terjadinya batu ginjal ialah terbentuknya batu, bisa terjadi karena air kemih jenuh dengan garam-garam yang dapat membentuk batu atau karena air kemih kekurangan penghambat pembentukan batu yang normal. Sekitar 80% batu terdiri dari kalsium, hal tersebut dikarenakan banyak mengkonsumsi makanan yg kaya oksalat seperti bayam, coklat dan teh. Makanan yang mengandung okasalat. Seperti saudari tari katakan bahwa banyak ion logam yang membentuk endapan tak larut dengan asam oksalat, contoh kalsium oksalat(CaOOC-COOCa) sebagai penyusun batu ginjal tadi.

    Karena batu ginjal juga disebabkan karena kekurangan penghambat pembentukan batu yang normal maka di gunakan asam sitra yang mana untuk meningkatkan kadar sitrat sebagai zat penghambat pembentukan batu kalsium di dalam air kemih, sehingga di berikan diberikan kalium sitrat. sementara itu, asam sitrat dapat melepas proton dalam larutan. Sitrat sangat baik digunakan dalam larutan penyangga untuk mengendalikan pH larutan. Ion sitrat dapat bereaksi dengan banyak ion logam membentuk garam sitrat. Selain itu, sitrat dapat mengikat ion-ion logam.

    AntwoordVee uit
  4. Baiklah saya akan mencoba menjawab pertanyaan anda,
    menurut pendapat saya ada beberapa hal yang menjadi dasar dari suatu masalah, contohnya dalam kasus pada artikel anda adakah kaitan tingkat keasaman antara as. oksalat dan as.sitrat terhadap penderita batu ginjal?
    jawabannya tentu saja ada, dari sebuah literatur yang saya baca bahwa semakin tinggi derajat keasaman maka semakin lemah sebuah asam, begitu juga sebaliknya.
    selain itu,juga tergantung pada stabilitas dari anion yang terbentuk. Kemungkinan untuk mendislokalisasikan muatan negatif. Semakin terdislokalisasi, semakin stabil ion tersebut dan semakin kuat sebuah asam.
    sementara itu, terhadap pnderita batu ginjal disebabkan oleh kurangnya penghambat pembentukan batu yang normal akibat adanya kalsium oksalat. sedangkan asam sitrat ia mampu melepas proton dalam larutan dan memiliki kadar yang rendah sehingga ia berkemampuann untuk berperan menghambat atau mengatasi keasaman as. oksalat
    trimmss...

    AntwoordVee uit