Donderdag 07 Maart 2013

ESTER


Dalam kimia, ester adalah suatu senyawa organik yang terbentuk melalui penggantian satu (atau lebih) atom hidrogen pada gugus hidroksil dengan suatu gugus organik (biasa dilambangkan dengan R'). 

 

SIFAT-SIFAT ESTER

B. Sifat Fisis
1. Ester memiliki titik didih dan titik beku yang lebih rendah dari titik didih dan titik beku asam karboksilat asalnya.
2. Ester dengan jumlah atom Karbon sedikit atau rantai yang pendek memiliki sifat mudah menguap dan berwujud cair yang berbau harum (beraroma
buah-buahan).
3.Sedangkan ester dengan rantai yang panjang ditemukan pada minyak (berwujud cair) dan lemak (padat) yang merupakan senyawa triester. Minyak dan lemak tidak larut dalam air tetapi larut dalam benzena, eter dan CS2.
4.Ester dapat larut dalam pelarut organik.
5.Ester dengan 3-5 atom karbon dapat larut dalam air.

B. Sifat Kimia
1. Ester bersifat netral dan tidak bereaksi dengan logam natrium
maupun PCl3.

2. Ester dapat mengalami hidrolisis menjadi asam karboksilat dan
alkohol.



3. Hidrolisis ester suku tinggi dengan NaOH atau KOH menghasilkan
sabun dan gliserol (reaksi penyabunan).
Contoh:


4. Ester dapat mengalami reduksi menjadi alkohol.
Contoh:
 

5. Reduksi terhadap ester tak jenuh suku tinggi (minyak atau lemak
cair) yang menghasilkan mentega

 


PEMBUATAN ESTER
Ester dibuat dengan mereaksikan alkohol atau fenol dengan asam karboksilat kemudian direfluks. Fenol yaitu senyawa organik dimana gugus -OH langsung terikat pada cincin benzena. Reaksi pembuatan ester disebut esterifikasi dan reaksi yang terjadi disebut reaksi esterifikasi Fischer. Reaksi esterifikasi merupakan reaksi reversibel yang sangat lambat, tetapi bila menggunakan katalis asam mineral seperti asam sulfat (H2SO4) dan asam klorida (HCl) kesetimbangan akan tercapai dalam waktu yang cepat. Pola umum dalam pembuatan ini dinyatakan dengan persamaan berikut

RCOOH + R1OH ↔ RCOOR1 + H2O
Dalam reaksi esterifikasi, ion H+ dari H2SO4 berperan dalam pembentukan ester dan juga berperan dalam reaksi sebaliknya yakni hidrolisis ester. Sesuai dengan hukum aksi massa, untuk memperoleh rendemen ester yang tinggi maka kesetimbangan harus bergeser ke arah pembentukkan ester. Untuk mencapai keadaan ini dapat ditempuh dengan cara:
a. Salah satu pereaksi digunakan secara berlebih. Biasanya alkohol dibuat berlebih karena murah dan mudah diperoleh.
b. Membuang salah satu produk dari dalam campuran reaksi
Laju reaksi esterifikasi suatu asam karboksilat bergantung pada halangan sterik dalam alkohol dan asam karboksilatnya. Dengan bertambahnya halangan sterik di dalam zat antara, laju pembentukkan ester akan menurun. Dengan demikian rendemen ester akan berkurang.
Esterifikasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah struktur molekul dari alkohol, suhu dan konsentrasi reaktan maupun katalis. Kereaktifan alkohol terhadap esterifikasi: CH3OH > alkohol primer > alkohol sekunder > alkohol tersier
Kereaktifan asam karboksilat terhadap esterifikasi : HCOOH > CH3COOH > RCH2COOH > R2CHCOOH > R3CCOOH
Selain dibuat dari asam karboksilat, ester juga dapat diperoleh dengan cara mereaksikan suatu klorida asam atau suatu anhidrida asam dengan alkohol atau fenol. Reaksi pembuatan ester dari klorida asam dan anhidrida asam mengikuti pola umum reaksi berikut.
Klorida Asam
RCOCl + R1OH → RCOOR1 + HCl
RCOCl + ArOH → RCOOAr + HCl
Anhidrida Asam
(RCO)2O + R1OH → RCOOR1 + RCOOH
(RCO)2O + ArOH → RCOOAr + RCOOH

KEGUNAAN ESTER
Ester yang beraroma buah-buahan (seperti isopentil asetat yang beraroma pisang) banyak digunakan sebagai penambah aroma (essen) pada makanan dan minuman.
Dalam bidang farmasi, beberapa obat merupakan senyawa ester yang paling populer adalah obat penghilang rasa sakit serta pelemas otot. Senyawa-senyawa tersebut adalah turunan asam salisilat seperti aspirin dan minyak gosok.
Minyak merupakan senyawa triester dari senyawa asam karboksilat dengan gliserol, minyak dimanfaatkan untuk menggoreng produk makanan. Minyak dan lemak juga merupakan bahan baku pembuatan sabun. Ester dari alkohol rantai panjang dengan asam karboksilat rantai panjang merupakan bahan pembuatan lilin nonparafin.


PERMASALAHAN:
Pada pembuatan ester(esterfikasi):
RCOOH + ROH ↔ RCOOR + H2O
Diketahui bahwa H2O(air) yang terbentuk dari reaksi tersebut menggunakan gugus dari asam dan hidrogen dari alkohol, jadi pada reaksi ini gugus –OR dari alkohol menggantikan gugus –OH dari asam. Bagaimana mekanisme ini dapat terjadi ?

 

8 opmerkings:

  1. saya akan mencoba membantu menjawab permasalahan Anda, menurut saya mekanisme dari reaksi yg terjadi adalah dengan delokalisasi hidrogen pada reaksi hidrolisis yang terjadi. di mana H pada asam menjadi lemah setelah mengalami delokalisasi sehingga lepas dan berikatan dengan OH dari alkohol.

    Terimakasih...

    AntwoordVee uit
  2. Hierdie opmerking is deur die outeur verwyder.

    AntwoordVee uit
  3. saya akan mencoba menjawab,
    mekanisme yg trjadi adl reaksi esterifikasi. pada sintesis ester, asam karboksilat
    melepaskan gugus –OH dan alkohol
    melepaskan gugus H yang
    dikeluarkan sebagai H 2 O. Reaksi
    tersebut adalah reaksi
    kesetimbangan.
    smg dapat membantu :)

    AntwoordVee uit
  4. saya akan mencoba menjawab permasalahan anda,proses mekanismenya adalah
    1. Langkah proses protonisasi. Karena protonasi menambahkan muatan positif ke gugusan karbonil, reaktivitas gugusan ini terhadap nukleofil lemah (pada reaksi ini, alkohol) bertambah.
    2. Langkah kedua dalam mekanisme adalah adisi dari alkohol nukleofilik ke gugusan karbonil. Hasil dari langkah ini mengandung gugussan -OR’.
    3.Langkah ketiga, hilangnya proton dari gugus -OR’.
    4.Langkah keempat protonasi salah satu gugus -OH untuk membentuk gugus hidroksil terprotanasi, -OH2+.
    5.Langkah kelima adalah hilangnya gugusan hidroksil terprotanasi sebagai gugusan yang terbaik yang meninggalkan yaitu H2O.
    6. Terbantuk ester

    AntwoordVee uit
  5. semoga ini sedikit memberi gambaran: http://material-sciences.blogspot.com/2010/07/mekanisme-reaksi-esterifikasi-dengan.html

    AntwoordVee uit
  6. Pada sintesis ester, asam karboksilat melepaskan gugus –OH dan alkohol melepaskan gugus H yang dikeluarkan sebagai H2O. Reaksi tersebut adalah reaksi kesetimbangan. jadi gugus alkil pada ester berasal dari alkohol dan gugus karboksilatnya berasal dari asam karboksilat.
    Oleh karena itu, untuk memperoleh hasil yang banyak, dilakukan dengan salah satu pereaksi berlebih, atau dapat juga dilakukan mengeluarkan ester yang terbentuk agar kesetimbangan bergeser ke arah produk. Untuk memproduksi ester dalam jumlah banyak, metode tersebut kurang efisien dan tidak praktis sebab tetapan kesetimbangan untuk reaksi ini relatif kecil (Kc=3). Oleh karena tetapan kesetimbangan kecil, produk yang dihasilkan pun sedikit.

    AntwoordVee uit
  7. Dalam reaksi ini, gugusan hidroksil dari asam karboksilat diganti oleh gugusan alkoksil (-OR’) dari alkohol.

    Reaksi esterifikasi reversibel, oleh karena itu, campuran reaksi adalah suatu campuran kesetimbangan dari pereaksi dan hasil reaksi. Mekanisme dari pembentukan ester merupakan proses yang panjang dari langkah-langkah reaksi yang dimulai dengan langkah protonasi. Karena protonasi menambahkan muatan positif ke gugusan karbonil, reaktivitas gugusan ini terhadap nukleofil lemah (pada reaksi ini, alkohol) bertambah.

    Langkah kedua dalam mekanisme adalah adisi dari alkohol nukleofilik ke gugusan karbonil. Hasil dari langkah ini mengandung gugussan -OR’.

    Langkah ketiga, hilangnya proton dari gugus -OR’. Langkah keempat protonasi salah satu gugus -OH untuk membentuk gugus hidroksil terprotanasi, -OH2+. Langkah kelima adalah hilangnya gugusan hidroksil terprotanasi sebagai gugusan yang terbaik yang meninggalkan yaitu H2O.

    Hasil dari langkah kelima adalah ester terprotonasi, yang kehilangan protonnya pada langkah keenam menghasilkan ester.

    AntwoordVee uit
  8. videos for free on youtube: 'Slingo' by The Closure Factory
    Slingo is a trick-taking video game, which is a combination of two classic slot machines, which is one of the most popular, simple games to play youtube mp3 on the

    AntwoordVee uit